Jumat, 05 Agustus 2016

PEMAHAMAN DIRI & POTENSI DIRI Oleh : Matsutono,S.Pd --------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. Mengenali Diri Siapa saya ? Pertanyaan seperti di atas sangat sederhana, tetapi memerlukan jawaban yang sangat mendalam, karena banyak aspek dari diri yang harus di ungkap, diantaranya : Kelebihan dan kekurang saya, baik yang menyangkut fisik, psikis, minat dan bakat, cita-cita, kepribadian, kebutuhan-kebutahan pokok, gaya hidup yang saya inginkan, dan lain sebagainya. Manusia sebagai makhluk yang unik, artinya antara yang satu dengan yang lain berbeda, tentu mempunyai jawaban yang berbeda pula dalam menjabarkan pertanyaan di atas. Dan tidak menutup kemungkinan dalam perjalanan hidup Anda jabaran itupun dapat berubah-ubah. Hal ini di karenakan porses pengenalan dan pemahaman diri akan terus berlangsung dengan waktu yang tidak terbatas dan sepanjang waktu itu pula manusia akan terus berkembang. Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Berikut tips mengenali potensi diri : a. Kenali diri sendiri Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat Anda bahagia; apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda. b. Tentukan tujuan hidup Tentukan tujuan hidup Anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya. c. Kenali motivasi hidup Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dan sebagainya. Sehingga Anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri. d. Hilangkan negative thinking Buanglah pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah Anda mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika Anda telah menemukan jalan yang mantap. e. Jangan mengadili diri sendiri Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju. Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak di mana setiap remaja puteri merasa tertantang untuk mencari jati dirinya sesuai dengan karakter dan panggilan jiwa. Terlebih lagi, saat ini remaja hidup di zaman yang bergerak sangat cepat, dengan kemajuan teknologi informasi mengakibatkan derasnya informasi tentang budaya baru yang menawarkan berbagai pilihan dan nilai-nilai baru bagi mereka. Perkembangan arus informasi inilah yang juga memengaruhi proses pencarian jati diri dan potensi yang dimiliki. Sementara pada saat yang bersamaan, para remaja dihadapkan pada norma dan nilai yang berlaku di lingkungan sekitarnya yang memberikan keterbatasan ruang untuk berkespresi. Situasi seperti ini yang memungkinkan terjadinya erosi identitas diri disebabkan oleh karena sang remaja puteri tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri seperti apa yang dia kehendaki, dan kemudian merasa harus tampil sebagai "orang lain". Potensi diri merupakan modal yang perlu kita ketahui. Kita gali dan kita maksimalkan. Karena sesungguhnya perubahan hanya bisa terjadi jika kita mengetahui potensi kita. Lalu mengarahkannya kepada tindakan yang tepat dan teruji. Jika itu terjadi, kita akan memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu denga mantap. Ketahuilah sesungguhnya manusia memiliki dua sisi sikap potensial yang menonjol. Sisi positif dan sisi negatif. Kedua sisi ini masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan diri kita. Baik buruknya diri kita merupakan refleksi dari dorongan positif atau negatifnya sikap kita. Karena Sikap menentukan segalanya. Potensi diri dapat digali dengan tahap mengenali diri. Bagaimana kita akan dapat menggali potensi dalam diri kita, tanpa kita mengetahui seperti apa diri kita sendiri. 2. Menggali Potensi Diri Potensi diri yang bersifat fisik (fisiologis) Tuhan telah membekali manusia dengan kelengkapan fisik yang sempurna. Anggota badan dan organ tubuh yang ada padanya, memungkinkan ia bekerjadan beraktivitas dengan mudah Potensi diri yang bersifat psikologis Potensi adalah daya, kekuatan, kemampuan, kesanggupan dan kemampuan yang memungkinkan untuk dapat dikembangkan. Potensi psikologi adalah kemampuan dan tekat yang bula untuk mengembangkan sesuatu Potensi Akademis/Belajar Sesuatu disebut berkualitas unggul jika sesuai dengan desain peruntukan atau kegunaannya. Demikian juga siswa atau pelajar yang berkualitas baik adalah yang mampu menyelesaikan tugas belajar atau akademik secara memadai Potensi diri yang bersifat Spiritual Keimanan Spirit adalah sumber kekuatan. Spirit adalah inti dan pusat hati nurani. Semua hal dalam hidup akan punya arti jika ada spirit bahkan hidup itu pun, akan bermakna jika dilandasi spiritualisme dan keimanan. Tanpa spirit dan iman, semua akan melemah, hancur lalu sirna. Dalam suasana bencana atau perang. Seorang ibu dalam kondisi mengenaskan. Ia tertatih-tatih menyeret kakinya yang berlumur darah. Dengan sisa-sisa tenanganya, ia gapai bayinya yang menangis kahausan tergolek di pasir bebatuan. Meskipun ia lunglai dan pingsan. Ini karena spirit. Faktor-faktor apa saja yang membuat potensi diri Anda bisa tergali? a. Percaya diri. Kurangnya percaya diri bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk menggali potensi diri Anda, akan tetapi tidak menghilangkan potensi. b. Hobi dan minat. Jika Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai bahkan sebagai hobi atau minat pasti akan menghasilkan sesuatu yang memuaskan (seharusnya). Jadi cobalah gali potensi yang sejalan dengan minat Anda, akan tetapi jangan lupakan yang bukan minat Anda. c. Pergaulan. Misal jika Anda punya pergaulan yang baik dengan orang yang pintar maka Anda akan jadi pintar. SELAMAT BELAJAR..SEMOGA BERMANFAAT DAN BAROKAH..AAMIIN
PEMILIHAN KARIR Oleh : Matsutono,S.Pd -------------------------------------------------------------------------------------------------- Salah satu yang penting dilakukan pada masa remaja adalah memilih karir dan bersiap-siap untuk memasuki dunia kerja. Ini dimulai dengan memilih jurusan atau program pendidikan yang sesuai dengan bidang pekerjaan atau karir yang kelak kamu geluti. Sebenarnya ‘memilih karir’ itu untuk apa sih? Memilih karir atau pekerjaan merupakan sebuah proses membuat keputusan yang berlangsung terus menerus. Dalam prose situ kita memperkirakan/memperhitungkan berulang-ulang bagaimana kita dapat meningkatkan kecocokan antara kegiatan karir kita dengan kenyataan yang ada pada dalam diri kita dan lingkungan kita. Tujuan supaya kita bisa menikmati pekerjaan kita, sehingga kita menjalankannya dengan baik serta merasakan kepuasan besar dalam menjalaninya. Masalahnya sekarang, seringkali kita bingung mau memilih yang mana, ragu bahkan sama sekali tidak punya pilihan apa-apa. Atau mungkin juga tahu mau pilih apa tapi merasa tidak berbakat dibidang itu. Nah, supaya kamu bisa membuat pilihan yang bijaksana, kamu perlu memperhatikan beberapa hal: 1. Pemahaman tentang diri kamu sendiri, bakat yang kamu punya, kemampuan-kemampuan yang kamu miliki, minat atau kesukaan kamu, ambisi/keinginan/cita-cita kamu, sumber daya, keterbatasan atau hambatan kamu dan penyebab-penyebabnya. 2. Pemahaman tentang aneka macam pekerjaan yang ada. Apa saja syaratnya atau kemampuan yang diperlukan dalam pekerjaan itu, keuntungan dan kerugiannya, imbalannya, kesempatan dan prospeknya, di kemudian hari. 3. Kecocokan antara keduanya. Untuk bisa memahami diri, bisa dilakukan dengan mencermati diri kamu sindiri, misalnya dengan mengingat-ingat pengalaman yang kamu alami yang bisa menunjukkan bagaimana kamu (termasuk pengalaman dalam belajar sekolah). Kamu juga bisa bertanya kepada orang disekitar kamu tentang apa yang ada pada diri kamu. Selain itu, kamu juga bisa memahami diri kamu dengan ikut tes Minat dan Bakat (missal di Lembaga Psikolog Terapan UI, Salemba) yang bisa mengukur apa minat kamu dan bakat-bakat yang ada pada diri kamu. Langkah kedua, yaitu mencari tahu tentang berbagai jurusan pendidikan atau bidang pekerjaan yang ada.hal ini isa kamu alkukan dengan bertanya pada orang lain yang tahu atau yang berkecimpung dibidangnya (bisa orangtua, kakak, om-tante, guru, kenalan, dll) dan seharunya juga pada ibu guru BK (Bimbingan Konseling) yang ada pada sekolah kamu. Cara lain dengan banyak membaca dan cari tahu, info dari media massa. Langkah ketiga, yaitu mencocokkan antara apa yang ada pada diri kamu dengan tuntunan bidang atau pekerjaan yang ada. Pertimbangan alas an-alasan yang tepat yang menghubungkan antara kedua hal tersebut keliatan bergengsi tapi ternyata tidak cocok atau sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Selain minat dan kemampuan kamu, kepribadian kamu juga bisa menunjukkan bidang apa yang sesuai buat kamu. Menurut John L Holland, seorang praktisi yang mempelajari hubungan antara kepribadian dengan minat pekerjaan, ada 6 tipe atau orientasi kepribadian pada manusia: 1. Tipe realistic, menyukai pekerjaan yang sifatnya, konkrit yang melibatkan kegiatan yang sistematis seperti mengoperasikan mesin, peralatan; tidak banyak membutuhkan keterampilan komunikasi atau hubungan dengan orang lain; memiliki fisik yang kuat. Mereka baik untuk berkarir di bidang seperti peburuhan, pertanian, barber shop, dan konstruksi. 2. Tipe Intelektual/investigative, menyukai hal-hal yang teoritis dan konseptual; cenderung sebagai pemikir dari pada pelaku tindakan, senang menganalisa dan memahami sesuatu; biasanya menghindari hubungan social yang akrab. Tipe ini cocok untuk bekerja dilaboratorium penelitian seperti peneliti, ilmuwan dan ahli matematika. 3. Tipe social, senang membantu atau bekerja dengan orang lain; kegiatan yang melibatkan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan berhubungan dengan orang lain; biasanya kurang dalam kemampuan mekanikal dan sains. Pekerjaan yang sesuai yaitu guru/pengajar, konselor, pekerja social, guide bartender. 4. Tipe konvensional, menyukai pekerjaan yang terstruktur atau jelas uutannya; mengolah data dengan aturan tertentu. Pekerjaan yang sesuai yaitu sebagai sekretaris, teller, filing, akuntan. 5. Tipe usaha/entrepreneur, cenderung mempunyai kemampuan verbal/komunikasi yang baik dan menggunakannya untuk memimpin orang lain, mengatur, mengarahkan, mempromosikan produk atau gagasan. Sesuai untuk bekerja sebagai sales, politikus, manajer, pengacara, agensi iklan. 6. Tipe artistic, cenderung ingin mengekspresikan dirinya, tidak menyukai struktur atau aturan, lebih menyukai tugas-tugas yang memugnkinkan ia mengekspresikan diri. Karir yang sesuai yaitu sebagai musisi, seniman, decorator, penari, penulis. Seseorang mungkin saja tidak murni memiliki satu tipe tertentu, tetapi gabungan antara beberapa tipe namun tetap memiliki sebagian besar atau kecemderungan pada satu tipe tertentu. Selain minat, kemampuan, kepribadian dan jenis pekerjaan, yang juga menjadi pertimbangan adalah nilai-nilai yang kamu pegang. Nilai-nilai ini menjadi acuan buat kamu dalam memilih mana yang penting, kurang penting, mana yang baik dan mana yang buruk. SELAMAT BELAJAR...SEMOGA BERMANFAAT DAN BAROKAH..AAMIIN

KESIAPAN SISWA MEMASUKI DUNIA KERJA

KESIAPAN SISWA MEMASUKI DUNIA KERJA Oleh : Matsutono,S.Pd -------------------------------------------------------------------------------------------------- Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada empat bidang pelayanan yang harus diberikan kepada siswa yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir. Bimbingan karir pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pendidikan melalui pendekatan pribadi dalam membantu individu untuk mencapai kompetisi yang diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah karir. Donald D. Super (1975) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta peranannya dalam dunia kerja. Menurut batasan ini, ada dua hal penting, pertama proses membantu individu untuk memahami dan menerima diri sendiri, dan kedua memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja. Oleh sebab itu yang penting dalam bimbingan karir adalah pemahaman dan peCareer guidance … encompasses all of the service that aim at helping pupils make occupational and educational plans and decisions nyesuaian diri baik terhadap dirinya maupun terhadap dunia kerja. Tolbert, (1975:27) memaparkan bahwa ““. Pengertian Tolbert ini mengandung makna bahwa bimbingan karir merupakan salah satu bentuk layanan dalam membantu siswa merencanakan karirnya. Berdasarkan uraian terdahulu maka dapat dikatakan bahwa bimibingan karir merupakan suatu proses bantuan yang diberikan pada individu melalui berbagai cara dan bentuk layanan agar ia mampu merencanakan karirnya dengan mantap sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta faktor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya. Faktor-faktor yang mendukung perkembangan diri tersebut misalnya informasi karir yang diperoleh siswa dan status sosial ekonomi orang tua. Peters dan Shetzer (1974:267) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu siswa dengan cara yang sistematis dan terlibat dalam perkembangan karir. Guru pembimbing hendaknya dapat membantu siswa merencanakan karirnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya. Moh. Surya (1988:14) menyatakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan perjalanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal. Dari penjelasan-penjelasan di atas, secara essensial bimbingan karir merupakan salah satu proses layanan yang bertujuan membantu siswa dalam proses pemahaman diri, pemahaman nilai-nilai, pengenalan lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya serta perencanaan masa depan. Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melaui pendidikan informal, formal maupun non formal. Melalui pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap- sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja. Pacinski dan Hirsh (1971:8) menegaskan bahwa sekolah-sekolah mendapat kesempatan yang berharga melaui proses pendidikan untuk mempersipakn siswa memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk layanan yang diberikan sekolah dalam upaya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja adalah bimbingan karir di samping kegiatan kurikuler. Melalui bimbingan karir siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang dirinya, pengenalan terhadap berbagai jenis sumber-sumber kehidupan serta penghargaan yang objektif dan sehat terhadap karir. Untuk mengantar siswa ke gerbang masa depan (pendidikan dan pekerjaan) yang diharapkan, program bimbingan karir yang dicanangkan di sekolah merupakan wadah yang tepat untuk itu. Melalui kegiatan bimbingan karir, siswa dibekali dan dilatih dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan apa, mengapa dan bagaimana merencanakan masa depan. Artinya siswa mulai dari kelas satu sampai tamat SMK dilatih, dibimbing untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan karir sepanjang hidup (career life span). Makna Informasi karir Di dalam arus globalisasi yang memiliki diferensiasi sosial yang semakin kompleks, khususnya siswa SMK akan dihadapkan pada berbagai macam kemungkinan pilihan hidup yang penting, seperti pilihan untuk melanjutkan studi, pilihan tentang dunia kerja, pilihan tentang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat, dan semua ini menuntut kemandirian dalam menjatuhkan pilihannya. Bagi siswa yang tidak dapat memahami potensi yang dimliki, di duga mereka juga tidak akan dapat menentukan berbagai macam pilihan karir, akhirnya akan mengalami masalah. Permasalahan karir merupakan permasalahan masa depan siswa. Kegiatan masa sekarang akan mewarnai masa depan seseorang. Agar siswa SMK dapat menyiapkan masa depannya dengan baik, siswa harus dibekali dengan sejumlah informasi karir yang akan dipilihnya. Informasi yang cukup dan tepat tentang seseorang individu, merupakan aset bagi individu yang bersangkutan untuk memahami faktor-faktor yang ada pada dirinya, faktor kekuatan maupun faktor kelemahan-kelemahannya. Menurut John Hayes dan Barrie Hopson (1981:37) informasi karir adalah informasi yang mendukung perkembangan bidang pekerjaan, dan berdasarkan informasi itu memungkinkan seseorang mengadakan pengujian akan kesesuaian dengan konsep dirinya. Lebih lanjut dikatakan informasi karir tidak hanya sekedar merupakan objek faktual, tetapi sebagai kemampuan proses psikologis untuk mentransformasikan informasi itu dikaitkan dengan pilihan dan tujuan hidup masa depan. Dewa Ketut Sukardi (1984:112) mengemukakan pada dasarnya informasi karir terdiri dari fakta-fakta mengenai pekerjaan, jabatan atau karir dan bertujuan untuk membantu individu memperoleh pandangan, pengertian dan pemahaman tentang dunia kerja dan aspek-aspek dunia kerja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa informasi karir/jabatan meliputi fakta-fakta yang relevan dengan butir-butir berikut: 1. Potensi pekerjaan termasuk luasnya, komposisinya, faktor-faktor geografis, jenis kelamin, tingkat usia, dan besarnya kelompok-kelompok industri. 2. Struktur kerja dan besarnya kelompok-kelompok kerja 3. Ruang lingkup dunia kerja meliputi; pemahaman lapangan kerja, perubahan populasi permintaan dari masyarakat umum yang membaik dan perubahan teknologi. 4. Klasifikasi pekerjaan dan informasi pekerjaan. receptionist penyambut tetamu Lawyer peguam Solicitor peguamcara Barrister peguambela accountant akauntan Teacher guru Doctor doktor Dentist doktor gigi Optician pakar optik Surgeon pakar bedah Nurse jururawat Chemist ahli kimia pharmacist / chemist ahli farmasi council worker pekerja majlis perbandaran civil servant pegawai / kakitangan awam Engineer Jurutera salesman / saleswoman jurujual lelaki / jurujual perempuan sales rep (sales representative) wakil jualan Manager Pengurus marketing director pengarah pemasaran personnel manager pengurus sumber manusia Lecturer Pensyarah physiotherapist pakar fisioterapi psychiatrist pakar sakit jiwa Buyer Pembeli Artist Pelukis Writer Penulis Painter pekerja yang mengecat rumah Decorator Juruhias Builder pembina taxi driver pemandu teksi lorry driver pemandu lori police officer (traditionally known as policeman or policewoman) pegawai polis (dulu dikenali sebagai pegawai polis lelaki atau pegawai polis wanita) Pilot juruterbang shopkeeper pekedai store manager pengurus kedai office worker pekerja pejabat shop assistant pembantu kedai hairdresser pendandan rambut Barber tukang gunting rambut flight attendant (traditionally known as air steward, air stewardess, or air hostess) pramugara / pramugari (dulu dikenali sebagai air steward, air stewardess, atau air hostess) temp (temporary worker) pekerja sementara (singkatan bagi temporary worker) sales assistant pembantu kedai firefighter (traditionally known as fireman) ahli bomba (dulu dikenali sebagai fireman) Baker penjual bunga telephonist operator telefon Secretary Setiausaha bank manager pengurus bank insurance broker broker insurans travel agent ejen pelancongan estate agent ejen hartanah Cook tukang masak Chef tukang masak Waiter Pelayan Waitress pelayan wanita Director Pengarah managing director pengarah urusan Musician ahli music Actor Pelakon Actress pelakon wanita Model peragawan / peragawati Playwright penulis drama Singer penyanyi Dancer penari Politician ahli politik Housewife surirumah unemployed penganggur Retired pesara Florist penjual bunga Architect arkitek Surveyor juruukur Landlord tuan rumah Mechanic mekanik Carpenter tukang kayu factory worker pekerja kilang traffic warden pengawas lalulintas PA (personal assistant) pembantu peribadi (singkatan bagi personal assistant) Electrician Juruelektrik Cleaner tukang cuci photographer Jurugambar Translator penterjemah social worker pekerja kebajikan Carer penjaga orang tua/kurang upaya Plumber tukang paip Gardener tukang kebun Nanny pengasuh kanak-kanak Barman pelayan minuman Barmaid pelayan minuman (wanita) Councilor ahli majlis perbandaran Soldier Askar Sailor Kelasi Postman Posmen Farmer petani Butcher penjual daging Journalist wartawan bus driver pemandu bas Vet doktor haiwan driving instructor pengajar memandu programmer pengaturcara graphic designer pereka grafik web designer pereka laman web web developer pengaturcara laman web database administrator pentadbir pangkalan data self-employed orang yang mengendalikan perniagaan sendiri SELAMAT BELAJAR..SEMOGA BERMANFAAT DAN BAROKAH .AAMIIN