Kamis, 10 Februari 2011

Menghilangkan Rasa Cemas

Menghilangkan Rasa Cemas-Dale Carnegie
BAB 1 HIDUPLAH PADA HARI INI
Seorang dokter termasyhur dari Inggris yang bernama Sir William Osler, telah menemukan kesuksesannya berkat 21 kata yang telah dibacanya pada musim semi tahu 1871, saat itu ia sedang merasa cemas memikirkan masa depannya, kata itu telah membekas dalam sanubarinya, dan dia hidup dengan selalu mengingat kata-kata tersebut, sehingga membawa kesuksesan pada dirinya. Ia mengorganisir John Hopkins School of Medicine yang terkenal di dunia. Dua puluh satu kata dari Thomas Carlyle yang menolongnya menempuh kehidupan bebas dari perasaan cemas adalah : “Kepentingan utama kita bukanlah untuk melihat apa yang terletak samar-samar di kejauhan, tetapi untuk mengerjakan apa yang jelas berada di tangan.”

Maksud dari perkataan ini adalah bahwa kita harus hidup pada hari ini dengan baik, jangan mengingat masa lalu, dan jangan memikirkan masa depan. Karena jika kita selalu memikirkan masa depan kita yang taktahu akan seperti apa,maka perasaan cemas akan menyelimuti kita, dan setiap harinya akan membuat kita gelisah. Oleh karena itu, kerjakanlah apa yang berada di depan kita hari ini, apa yang kita pegang pada hari ini, dan masa depan yang indah akan mengalir dengan sendirinya. Tutuplah pintu baja untuk masa lalu dan yang akan dating dan hiduplah hari ini.

Refleksi:
Apabila Anda hendak menghindari diri dari rasa cemas, lakukanlah seperti yang disarankan Sir William Osler “ Hiduplah Hari Ini”. Jangan ragu-ragu akan hari esok. Hiduplah setiap hari sampai waktu tidur tiba.

BAB 2 FORMULA ISTIMEWA UNTUK MENGATASI KECEMASAN
Willis H. Carrier memberikan teknik yang digunakan untuk memecahkan rasa cemas. Sesuatu yang mudah saja. Semua orang dapat melakukannya. Teknik tersebut terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1. Menganalisa situasi yang sedang di hadapi dengan tanpa rasa takut dan dengan jujur serta membayangkan akibat apa yang paling buruk yang dapat menimpa kita karena kegagalan tersebut.
2. Setelah menggambarkan akibat yang paling buruk yang mungkin bias terjadi, teguhkan hati untuk berani menerimanya apabila memang harus terjadi. Dan itu akan membuat hati kita merasa tenang dan damai.
3. Dengan perasaan tenang kita dapat mengabdikan waktu dan energi kita untuk berusaha memperbaiki akibat paling buruk yang telah digambarkan oleh kita dan telah kita terima secara jiwani tersebut.
Itulah tekhnik yang dapat digunakan untuk menghilangkan rasa cemas. Inti nya kita harus berlapang dada dan ikhlas menerima apapun yang akan terjadi. Seandainya professor William James, Bapak dari ilmu psychology praktis masih hidup pada saat ini, maka ia akan membenarkan apa yang di catat dalam formula untuk menghadapi yang terburuk tersebut. Sebab ia pernah mengatakan : “Ikhlaslah…ikhlaslah…” katanya, sebab “menerima dengan ikhlas apa yang terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi pertanggungjawaban setiap kemalangan.”
Refleksi:
Bila suatu saat Kesulitan (dengan K besar ) datang, dan memojokkan Anda ke sudut yang pahit, cobalah gunakan formula magis dari Willis H.Carrier! Karena dengan begitu, rasa cemas dan takut yang sedang kita hadapi, akan hilang dengan sendirinya, karena adanya perasaan tenang dan damai dalam hati kita.
BAB 3 AKIBAT CEMAS PADA DIRI ANDA
Kecemasan menghantui sebagian besar manusia yang hidup di muka bumi ini. Grafik menunjukkan bahwa kematian karena bunuh diri semakin jauh meninggalkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit-penyakit pembunuh yang lain seperti kanker, dan sebagainya. Mengapa? Jawabannya adalah : “Kecemasan!”
Jika hidup kita selalu diliputi dengan kecemasan, hati kita merasa resah dan gelisah, nafsu makan berkurang, pikiran kacau, dan itu membuat kita sangat tidak sehat. Oleh karena itu bebaskanlah diri kita dari rasa cemas yang diam-diam dapat membunuh kita. Dr. Alexis Carrel pernah berkata : “Pengusaha yang tidak tahu bagaimana melawan rasa cemas, akan mati muda.” Oleh karena itu, sadarkan diri sendiri akan harga yang terlalu tinggi yang harus kita bayar untuk rasa cemas yang akan merusak kesehatan kita. Ingatlah perkataan Dr. Alexis Carrel.
Refleksi:
Hilangkan rasa cemas dalam diri kita, karena rasa cemas tersebut akan membunuh kita perlahan-lahan tanpa kita sadari!
BAB 4 BAGAIMANA MENGANALISA DAN MEMECAHKAN PERSOALAN-PERSOALAN YANG MENCEMASKAN
Formula istimewa dari Willis Carrier yang telah di paparkan pada Bab II belum mampu mengatasi semua kecemasan. Kita harus memperlengkapi diri kita untuk menghadapi berbagai macam kecemasan yang berbeda-beda jenisnya, dengan memperoleh tiga dasar dari analisa persoalan. Ketiga langkah tersebut adalah :
1. Temukan faktanya
Mengapa begitu penting untuk menemukan fakta-faktanya? Sebab apabila kita tak dapat menemukan fakta-fakta itu tak mungkin kita dapat berusaha untuk mengatasi persoalan kita dengan baik. Tanpa fakta, apa yang bias kita lakukan hanyalah mengambang dalam keragu-raguan.
2. Analisa fakta itu
Setelah menemukan fakta-faktanya, analisa fakta itu, apa yang harus kita lakukan, dampak apa saja yang akan kita dapatkan, dan apa yang akan kita hasilkan.
3. Ambil keputusan, dan bertindaklah berdasarkan keputusan itu
Setelah menemukan faktanya, kemudian menganalisa fakta tersebut, segeralah ambil keputusan, dan bertindaklah berdasarkan keputusan itu, apapun keputusan kita, bertindaklah seperti itu!
William James pernah menyarankan agar sekali anda mengambil keputusan yang telah dipertimbangkan masak-masak lewat fakta-fakta yang ada, maka bertindaklah! Jangan menoleh ke belakang, jangan mulai ragu-ragu, khawatir atau meneliti kembali langkah-langkah anda. Maju terus dan hadapi persoalannya dengan tenang!
Refleksi:
Setiap orang memiliki persoalan yang berbeda-beda yang sangat mencemaskan hatinya, cara untuk menyelesaikan masalah tersebut dan menghilangkan rasa cemas tersebut yaitu dengan mengikuti ke 3 langkah di atas! Tulislah pertanyaan pada secarik kertas, dan jawab dengan jujur! Pertanyaannya itu misalnya dengan bertanya pada diri kita sendiri, apa yang saya cemaskan? Apa yang harus saya lakukan? Inilah yang akan saya kerjakan! Dan kapan saya akan mulai melakukannya?
BAB 5 MEMPERKECIL RASA CEMAS BAGI PARA USAHAWAN
Bila anda, atau partner usaha anda tergoda oleh perasaan khawatir akan persoalan yang di hadapi, buatlah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah persoalannya?
2. Apa yang menjadi penyebab timbulnya persoalan itu?
3. Kemungkinan-kemungkinan apakah yang dapat digunakan untuk memecahkan persoalan tersebut?
4. Pemecahan bagaimana yang terbaik untuk mengatasi persoalan tersebut?
Lalu jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur, maka kita akan menemukan jalan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, dan rasa cemas kita akan berkurang.
Refleksi:
Dengan menggunakan cara tersebut, setidaknya rasa cemas dalam diri kita akan berkurang karena kita tahu bagaimana cara menyelesaikan persoalan tersebut, dan kita juga akan tahu kemungkinan apa yang akan terjadi, dan dengan sekuat tenaga kita perbaiki kemungkinan buruk yang akan terjadi tersebut.
BAB 6 BAGAIMANA MENDESAK RASA CEMAS KELUAR DALAM JIWA ANDA
Ada cara yang paling ampuh untuk mendesak rasa cemas keluar dalam jiwa kita, yaitu dengan melakukan KESIBUKAN! Beberapa orang yang mengalami kesedihan akibat ditinggal seseorang yang dicintainya, ataupun karena kehilangan pekerjaanya akan selalu cemas setiap harinya. Karena dia selalu memikirkannya. Dan rasa cemas itu akan membuat kita sakit dan mati perlahan-lahan. Oleh karena itu lakukanlah kesibukan, sebab dengan melakukan kesibukan, kita akan melupakan kejadian itu. Pikirkan hal apapun!
Mengapa kesibukan dalam bekerja dapat menusir kecemasan dari dalam kita? Sebab begitulah hukumnya! Suatu hukum dasar yang telah di ketengahkan oleh alam dan hukum tersebut berbunyi : Adalah sama sekali tidak mungkin bagi otak manusia, betapa pandainya pun ia, untuk memikirkan lebih dari satu hal pada waktu yang bersamaan.
Oleh karena itu, untuk mematahkan kebiasaan bercemas diri, perhatikan kalimat dibawah ini :
“Sibuklah! Orang yang diserang rasa cemas harus menenggelamkan diri dalam kesibukan, agar tidak melaju ke dalam keputusasaan.”
Refleksi:
Dengan melakukan banyak kesibukan, kita akan mendesak rasa cemas keluar dalam diri kita dengan sendirinya. Karena setelah melakukan ini itu, tidak ada lagi waktu bagi kita untuk memikirkan kecemasan kita.

BAB 7 JANGAN BIARKAN KUMBANG MENYENGAT ANDA
Di lereng Long’s Peak di Colorado terdapat sisa-sisa sebuah pohon raksasa. Kata orang pohon itu sudah berdiri di sana sejak ratusan tahun yang silam. Dalam jangka waktu hidupnya yang panjang itu, pohon tersebut telah 14 kali disambar petir. Hujan salju dan badai tak terhitung lagi selama lebih kurang 4 abad lamanya. Tetapi pohon tersebut tetap berdiri dengan kokohnya. Sampai pada suatu saat datanglah sepasukan besar kumbang menyerangnya dan dalam waktu singkat tumbanglah raksasa hutan itu. Pasukan serangga tersebut memakan bagian dalam kulitnya dan dengan perlahan tetapi pasti menghancurkan inti kekuatannya dengan serangan yang kecil tetapi bertubi-tubi.
Apakah kita semua ini seperti pohon raksasa di hutan itu? Tidakkah kita menyadari bahwa walaupun kita telah berhasil menghindarkan hujan badai dan hantaman petir kehidupan tetapi kemudian membiarkan jantung kita dimakan sedikit demi sedikit oleh kumbang kecemasan yang begitu kecil? Kumbang kecil yang dapat dengan mudah kita remas di antara jari tangan kita?
Kumbang tersebut diibaratkan hal-hal kecil yang dapat mencemaskan kita. Untuk dapat menindas rasa cemas sebelum rasa cemas itu menindas kita, maka cobalah perhatikan kalimat di bawah ini :
Jangan biarkan diri kita disusahkan oleh hal-hal kecil yang seharusnya kita remehkan dan kita lupakan. Ingat, “Hidup ini terlalu singkat untuk mengurusi hal-hal kecil.”
Refleksi:
Masalah-masalah kecil sering datang dalam kehidupan kita, kadang kita selalu memikirkannya hingga membuat pikiran kita tidak tenang dan menjadi stress. Alangkah baiknya jika kita tidak menyia-nyiakan waktu kita yang berharga untuk memikirkan hal-hal kecil tersebut, karena sekali kumbang menyengat kita, maka kita akan jatuh seperti pohon.
BAB 8 HUKUM PERBANDINGAN UNTUK MENINDAS RASA CEMAS
Untuk menindas rasa cemas, kita pikirkan hokum perbandingnya. Marilah melihat catatan yang bersangkut paut dengan persoalan kita, lalu coba kita tanyakan pada diri kita sendiri : Menurut hokum perbandingan, apakah persoalan yang saya cemaskan itu ada kemungkinan untuk terjadi?”
Jika kita memikirkannya, maka perasaan kita akan menjadi tenang dan damai, karena toh setelah dipikirkan bahwa ternyata kecemasan kita kemungkinan tidak akan terjadi, maka kita akan tenang dan dapat melupakan rasa cemas tersebut.
Refleksi:
Setiap rasa cemas yang kita hadapi, pikirkan kemungkinan terjadinya berapa persen. Karena kadang kecemasan kita tersebut mungkin tidak akan pernah terjadi. Setelah memikirkannya hati kita akan menjadi tenang, dan rasa cemas itu akan hilang dengan sendirinya.
BAB 9 KALAU MEMANG HARUS TERJADI – TERJADILAH!
Ada sedikit nasehat dari seorang filosof yang sudah banyak kita kenal, yaitu William James, beliau berkata “Terimalah apa yang harus terjadi dengan rela. Kerelaan menerima apa yang telah terjadi adalah langkah pertama untuk mengatasi akibat dari ketidakberuntungn.”
Nasehat tersebut menganjurkan kita untuk jangan terlalu larut memikirkan sesuatu buruk yang telah terjadi pada diri kita, Karena yang sudah terjadi memang harus terjadi, kita tak dapat mengulangnya dan merubahnya. Karena itu semua telah menjadi nasib kita maka terimalah, katena kalau memang harus terjadi, maka terjadilah!

Refleksi:
Kadang kita selalu memikirkan kesedihan yang telah kita alami hingga membuat kita stress dan putus asa. Menyesalinya seumur hidup, dan tahukah anda bahwa hal tersebut adalah perbuatan bodoh yang hanya akan membunuh kita perlahan-lahan. Pikirkanlah bahwa hal yang telah terjadi memang harus terjadi, dan sudah merupakan nasib kita dari ALLAH SWT. Dan kita tak dapat melawan takdirNya. Dengan berpikiran seperti itu maka hati kita akan tenang, dan dengan sendirinya kita akan dapat melupakan masalah tersebut.

BAB 10 JANGAN MENGGERGAJI SERBUK GERGAJI
Serbuk gergaji diibaratkan adalah sesuatu yang telah terjadi, pikirkanlah bahwa kita tidak akan mungkin menggergaji serbuk gergaji, dalam kehidupan kita tidak mungkin mengulang sesuatu yang telah terjadi, pepatah mengatakan, “Jangan menyesali susu yang telah tumpah”. Untuk apa kita menyesali apa yang sudah terjadi dan begitu mencemaskannya? Dan apabila kalian mulai mencemaskan akan apa yang sudah lewat dan sudah terjadi, sebenarnya sama saja dengan kalian mencoba menggergaji serbuk gergaji!” Dan itu tidak akan mungkin pernah terjadi.

Refleksi:
Biarkan yang lalu habis terkubur, dan jangan mencoba menggergaji serbuk gergaji, karena tidak seorangpun yang dapat mengembalikan waktu yang telah berlalu. seperti halnya bubuk gergaji tidak pernah seorang pun dapat menggergajinya.
By.Ahmad Sudrajad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar